Batman Begins - Help Select

Jumat, 05 Juni 2015

Bucket Wheel Excavator



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Dunia pendidikan menawarkan sebuah program yang tidak hanya teori tetapi juga praktek, karena disamping teori yang didapat dalam perkuliahan, mahasiswa juga dapat secara langsung berkecimpung di dunia kerja/industri melalui kerja praktek lapangan industri untuk menerapkan teori yang telah didapat selama bangku perkuliahan. Praktek lapangan industri merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus di ikuti oleh setiap mahasiswa teknik, begitu juga bidang studi teknik mesin.
Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan sumber daya alam. Dalam perkembangannya, telah berbagai macam teknik dan teknologi yang dipergunakan oleh manusia untuk dapat mengolahnya semaksimal mungkin. Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan merupakan salah satu perusahaan yang memanfaatkan berbagai metode dan teknologi sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dengan keuntungan yang besar, biaya produksi yang relative kecil serta ramah lingkungan.
Pada perusahaan PT.Bukit Asam yang bergerak pada pertambangan batubara adalah merupakan salah satu perusahaan menggunakan teknologi yang terbaru, alat utama penambangan yang digunakan pada PT. Bukit Asam adalah Bucket Wheel Excavator, alat ini berguna sebagai penggali dan pengangkut serta memindahkan material galian. Bucket Wheel Excavator ini merupakan peralatan yang bekerja secara kontinyu (continous handling equipment). Alat ini umumnya dipakai untuk pertambangan batubara terbuka, sehingga sering disebut mesin utama tambang batubara.
Bucket Wheel Excavator yang dimiliki oleh perusahaan PT. Bukit Asam adalah jenis Sch Rs 800x152,2. Pada bagian kontruksi sub struktur Bucket Wheel Excavator terdapat wheel bogie. Dalam pengoperasiannya wheel bogie merupakan unit yang paling banyak atau paling berat menahan beban dari Bucket Wheel Excavator, hampir keseluruan beban dari Bucket Wheel Excavator baik operasi maupun non operasi, semuanya bertumpu pada komponen wheel bogie apalagi saat Bucket Wheel Excavator beroperasi, maka beban yang harus ditahan oleh wheel bogie akan bertambah berat dari sebelum Bucket Wheel Excavator tersebut beroperasi.
Dalam hal ini penulis memilih judul “Analisa Kerusakan Wheel Bogie pada Bucket Wheel Excavator 203.

1.2              Rumusan Masalah
a.       Bagaimana cara kerja Bucket Wheel Excavator 203 di PT. Bukit Asam
b.      Bagaimana system perawatan mesin yang dilakukan pada Bucket Wheel Excavator 203
c.       Bagaimana Analisa kerusakan wheel bogie pada Bucket Wheel Excavator 203

1.3              Batasan Masalah
a.       Penjelasan tentang cara kerja Bucket Wheel Excavator 203 yang beropersai di tambang MTBU PT. Bukit Asam (Persero)
b.      Penjelasan system perawatan mesin Bucket Wheel Excavator
c.       Analisa kerusakan wheel bogie pada saat pengoperasian Bucket Wheel Excavator 203.

1.4              Tujuan
a.       Mengetahui cara kerja Bucket Wheel Excavator di tambang batu bara PT. Bukit Asam
b.      Mengetahui berbagai perawatan mesin yang dilakukan pada Bucket Wheel Excavator
c.       Menganalisa kerusakan wheel bogie pada Bucket Wheel Excavator.

1.5              Manfaat
a.       Mendapatkan informasi tentang cara kerja Bucket Wheel Excavatot dan perawatan pada wheel bogie
b.      Memberikan informasi tentang analisa kerusakan wheel bogie pada BWE itu sendiri karena peran dari kontruksi sub struktur ini sangat berpengaruh dalam memperlancar operasi BWE

1.6              Metode Penulisan
Guna mendukung proses Sistem Perawatan dan Perbaikan digunakan metode pengambilan data sebagai berikut:
1.      Observasi
Mengambil secara langsung visual perawatan dan perbaikan di Watsin PT.BA dan gangguan-gangguan yang kerap terjadi menjadi kerusakan.
2.      Literatur
Menggunakan literatur yang berhubungan dengan sistem perawatan perawatan dan perbaikan.
3.      Wawancara
Tanya jawab (interview) dengan pembimbing serta karyawan yang berkaitan langsung dengan sistem perawatan dan perbaikan

1.7              Waktu Pelaksanaan
Pelakasanaan kerja praktek ini adalah selama 1 bulan yaitu terhitung mulai tanggal 10 November 2014 s.d 10 Desember 2014 di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk berlokasi di Tanjung Enim kecamatan Lawang Kidul, kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar